Pengalaman Scaling Gigi Pertama Kali, Kok Rasanya Bikin Nagih

Scaling gigi./Foto ilustrasi dari Pexels

“Sedikit ngilu dan bakal berdarah,” kata dokter sambil menatapku yang tengah duduk di kursi. 


Saya menatap balik dokter tersebut sambil tersenyum. Senyum yang tertutup oleh masker. Saya pun beranjak dari kursi untuk berpindah ke sebuah kursi eksekusi yang telah dilengkapi peralatan medis.

***

Sabtu, 7 Agustus 2021. Saya masih berkutat dengan laptop di kamar pada pukul 10.10 WIB. Rasanya saya tak sabar menantikan sore hari tiba. Pasalnya saya memiliki janji dengan dokter di klinik gigi di bilangan Bandung Utara. 


Saya sangat antusias untuk segera bertemu dokter gigi. Jujurly, mungkin sekitar 20 tahun lalu atau lebih, saya tak pergi ke dokter gigi. Pasalnya saya tak pernah punya alasan atau lebih tepatnya kurang teredukasi untuk memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi secara berskala. 


Namun kali ini sebuah video Youtube yang menampilkan proses scaling gigi atau pembersihan karang gigi memunculkan hasrat saya untuk pergi ke klinik gigi. Saya melihat ke kaca, ternyata pada gigiku terdapat karang gigi. Sebelum memutuskan ke dokter gigi, sebenarnya saya mencoba menghilangkan karang gigi secara mandiri. 


Baca Juga: Pengalaman Berjalan Kaki Hingga Puluhan Kilometer


Mulai dari menyikat gigi dengan keras, berkumur dengan obat kumur hingga mencongkel karang gigi dengan kuku di tangan. Namun upaya tersebut tak sepenuhnya berhasil. Hanya sebagian kecil karang gigi yang terlepas. Itu pun hanya pada karang gigi yang tipis-tipis. 


Lantas saya pun mulai memikirkan ulang, menimbang sedemikian rupa untuk menuntaskan karang gigi dengan cara scaling di klinik gigi. Scaling gigi merupakan tindakan medis untuk membersihkan karang gigi dengan alat scaling manual maupun ultrasonic scaler. 


Ultrasonic scaler memecah karang gigi melalui gaya getar. Getaran ini akan membantu karang gigi terlepas dari permukaan gigi maupun gusi. 


Ada dua hal yang membuat saya menunda-nunda scaling gigi. Pertama soal harga, jujur dalam benak saya masih terpatri bawah pergi ke dokter gigi itu mahal. Namun citra itu perlahan luntur seiring dengan membaiknya finansial saya. Saat ini saya mampu mengalokasi dana berdasarkan posnya atau bisa dibilang saya mulai memanage uang. Sehingga kebutuhan apapun tidak lagi terasa mahal karena sudah budget yang disisihkan setiap bulannya. 


Baca Juga: Pengalaman Relawan Uji Klinis Tahap III Vaksin Anhui Untuk Lawan Covid-19


Kedua saya malu untuk ke dokter gigi. Saya malu bila karang gigi pada gigi dan gusi saya sulit dibersihkan. Mengingatkan saya tak pernah scaling gigi sebelumnya. Bayangkan hampir 20 tahun loh. Akan tetapi hal ini mulai teratasi setelah melihat video pembersihan karang gigi yang sangat parah dan ternyata bisa dibersihkan sebersih-bersihnya. 


Setelah berdamai dengan dua hal tersebut. Tak ada lagi alasan atau alasan yang dibuat-buat yang bisa mengahalangi saya untuk pergi ke dokter gigi melakukan scaling gigi. Saya pun mencoba mencari tahu harga scaling gigi di internet via google. Ternyata google memberi tahu saya bahwa harga scaling berada di rentang 300-700 ribu. 


Lantas saya pun mencari klinik gigi lewat Instagram. Saya menemukan sejumlah klinik dan langsung menghubungi mereka untuk menanyakan harga scaling gigi. Mereka menjawab kurang lebih sama pengan apa yang dikatakan google. Namun saya melihat sebuah akun Instagram bernama Gigiku Dental Care. 


Gigiku Dental Care memiliki promo scaling gigi khusus bulan Agustus 2021. Harga satu scaling dipatok harga 299 ribu untuk rahang atas + rawang bawah. Lalu, kalau dua orang menjadi lebih murah lagi yakni 599 ribu. 


Tentu harga ini menarik perharian lantaran pas dengan budget yang saya miliki. Saya pun me-WhatsApp nomor Gigiku Dental Care untuk memastikan promo tersebut valid. Saya pun membuat janji atau reservasi scaling gigi di Gigiku Dental Klinik pada Sabtu sore, 7 Agustus 2021. 


Sensasi Scaling Gigi 

Sensasi scaling gigi./Foto ilustrasi dari pexels

Pukul 16.30 WIB, saya tiba di Gigi Dental Klinik di Ruko Sentrasari Mall, Komplek, Jalan Terusan Sutami No. 41. Lokasi klinik ini berada di lantai 2. Saya harus melewati sebuah kedai coffee untuk mengakses tangga menuju lantai 2. 


Sesampainya di sana, saya tak menunggu lama. Hanya mengkonfirmasi kehadiran dan mengganti sepatu dengan sendal yang disedikan. Saya pun menuju ruang dokter gigi. 


Dokter itu pun bertanya kepada saya, apakah ini kali pertama scaling gigit. Tanpa ragu saya menjawab yah. Pria yang memakai seragam medis itu pun memberikan peringatan 


“Sedikit ngilu dan bakal berdarah,” kata dokter itu.


“Tak masalah, dok,” jawabku. 


Saya pun segera duduk di sebuah kursi khusus penanganan gigi. Perawat segera menyalakan lampu yang tepat berada diatas kepala saya. Sebelum scaling gigi, saya diminta berkumur dengan antiseptik. 


Baca Juga: Lahang, Minuman Manis Syarat Manfaat


Kursi yang saya duduki pun diubahnya menjadi mode rebahan. Lalu, dokter yang telah berada di samping kursi meminta saya membuka mulut. Kemudian, Ultrasonic scaler masuk ke mulut saya. Dokter pun segera melaksanakan tugasnya melakukan scaling gigi. Dokter itu dibantu satu perawat yang sigap membantu. 


Scaling gigi dimulai dari rahang atas, gigi saya terasa ngilu dan sedikit sakit. Satu persatu kerang gigi terlepas. Entah respon menahan ngilu atau sakit, kadang mulut saya refleks mencoba menutup. Dokter pun sampai meminta saya membuka mulut lebih lebar lagi. 


Setelah scaling rahang atas selesai, saya diminta berkumur tengan air yang telah disedikan. Ketika memuntahkan hasil berkumur, saya melihat darah dan kumpulan sisa karang gigi yang terlepas. 


Saya kembali rebahan  Dokter pun melanjutkan scaling gigi pada bagian rahang atas. Selang itu saya kembali diminta berkumur. Dan tak berbeda seperti tadi ada darah dan sisa-sisa karang gigi yang terkikis. 


Baca Juga: Leuhang, Sauna Tradisional Sunda


Hampir 25 menit scaling gigi pun selesai. Terakhir, dokter pun memoles gigi saya dengan semodel sikat gigi otomatis yang telah diberikan pasta. Rasanya geli-geli gimana. 


Setelah itu, dokter memberitahu kondisi terkini gigi saya. Secara umum baik, kata dia cuma ada sisa satu akar gigi bungsu yang harus dicabut. Ia menyarankan untuk mencabut akar gigi bungsu tersebut. Dia khawatir jika didiamkan akan terjadi infeksi. Selain itu dokter juga memberitahu bahwa ada sedikit lubang di bagian gigi graham, tapi ini tidak terlalu urgent. 


Manfaat Scaling Gigi 


Sebagaimana yang telah saya sebutkan bahwa scaling gigi memiliki menfaat membersihkan karang gigi atau maupun penumpakan plak. 


Lalu dari sejumlah artikel yang saya baca, scaling juga menghilangkan bau mulut, mencegah infeksi gusi, mengurangi risiko gigi copot, serta, warna gigi menjadi lebih cerah. 


Manfaat lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan kepercayaan diri. Pasalnya sekarang saya bisa tersenyum lebar-lebar sembari memperlihatkan gigi yang telah bebas dari karang gigi. 


Hal Perlu Dihindari Pasca Scaling Gigi 


Pasca beres scaling, saya merasakan perbedaan mencolok di gigi saya. Pertama tentu menjadi lebih bersih dan ringan daripada sebelumnya. Namun satu hingga tiga hari setelah scaling, saya merasa gigi semakin sensitif. Hal ini saya rasakan ketika minum minuman dingin maupun panas. Ada rasa ngilu yang dirasakan. 


Saya pikir ini wajar karena permukaan gigi yang sebelumnya tertutup karang gini menjadi terbuka. Maka tak heran jika menjadi lebih sensitif. Oleh karena itu saya sarankan Anda yang beres scaling gigi hindari minuman dingin maupun panas. Namun setelah empat harian, tidak bakal terasa lagi ngilu seperti awal-awal scaling gigi.  


Kapan Waktu Terbaik Melakukan Scaling Gigi


Tentu menjadi pertanyaan banyak orang, kapan waktu terbaik untuk melakukan scaling gigi?


Salah satu jawabannya adalah minimal 6 bulan sekali untuk melakukan scaling gigi. Namun untuk mereka yang pasang kawat gigi disarankan melalukan scaling serial 1-2 bulan sekali. 


Perlu diketahui juga bahwa sebenarnya semua orang, young, old atau pun remaja perlu melakukan scaling gigi. Mereka yang masih makan dan minum dipastikan bakal memiliki karang gigi. Sekalipun Anda rajin menyikat gigi, karena sikat gigi saja tak cukup untuk membersihkan secara maksimal sela-sela yang rawan menjadi habitat karang gigi. 


Setelah scaling gigi pada Sabtu, 7 Agustus 2021, saya pun berencana melakukan beberapa treatment lagi di klinik gigi. Mulai dari cabut akar gigi bungsu, tambal dan mungkin bleaching gigi.

Share:

0 Comments