Ulasan: ‘Logan Lucky’: Steven Soderbergh dan Kelompok Pencuri

Adam Driver, left, and Channing Tatum play brothers who hatch a plan for an elaborate heist during a Nascar race in “Logan Lucky.”Credit...Fingerprint Releasing/Bleecker Street

Dalam film-film Amerika dan mungkin tidak hanya itu–̶ gagasan keberuntungan sering berfungsi sebagai eufemisme untuk menangkal pengaruh kelas. Di negeri pemenang dan pecundang, di mana kehidupan diakui tidak adil, kita sering menemukan kesalahan (hiburan) bukan dalam struktur sosial tetapi di aktor dan aktris.

“Logan Lucky,” film baru Steven Soderbergh yang menentang arus, sangat menghibur–̶ film yang mengakhiri pensiun singkat dari penyutradaraan layar lebar. Ini adalah kisah Robin Hood modern yang mengorganisir perampokan rumit, secara kasat mata tidak mungkin tetapi anehnya masuk akal. Sebuah kelompok pencuri yang terdiri dari seorang veteran terluka, mantan penambang batu bara yang mengganggur, seorang penata rambut, dan anggota lainnya, bersengkongkol untuk menjatuhkan event Nascar yang disponsori oleh Coca-cola. Acara ini menyedot banyak uang dari orang-orang seperti mereka dan mereka benar-benar bertindak untuk menyedotnya kembali.

Deskripsi itu mungkin membuat suara film lebih tajam. Namun kesadaran kelas ala Soderbergh–̶ sesuatu yang sering muncul dalam karirnya, seperti di Elin Brockovich, The Girlfriend Experience, Bubble dan tentu saja dalam Magic Mike –̶ lebih bersifat atmosfer daripada terprogram. Tidak ada seorang pun di “Logan Lucky” yang mengucapkan kata-kata politik, tetapi latar belakangnya membawa muatan politik yang jelas dan signifikasi. Orang-orang Logan yang dipermasalahkan adalah penduduk Virginia Barat yang sombong, negara bagian yang di dunia nyata, berperilaku lebih jauh di atas demografisnya dalam kepentingan partisan dan simbolis. Tanah mereka indah dan airnya terkontaminasi. Lagu kebangsaan film itu adalah “Take Me Home, Country Road” karya John Denver, lagu yang menceritakan sebuah bukit yang indah, jika pernah ada.

Jimmy Logan (Channing Tatum) memainkan lagu itu untuk putrinya yang masih kecil, Sadie (Farah Mackenzie), ketika mereka memperbaiki truk pick-upnya, tahu bahwa keaslian lagu itu dipertanyakan. Dua penulis yang dikreditkan, katanya, mungkin belum pernah ke Virginia Barat ketika mereka menyanyikan keindahan lembah dan sungai. (“Logan Lucky,” mungkin harus ditunjukan sebagian besar lembah di Georgia.) Tetapi Jimmy juga tahu bahwa budaya populer dapat membawa spora sentimen asli, dan Sodenbergh menunjukan keyakinan yang sama terhadap produk-produk kotor Amerika. Seorang siswa film yang mendapatkan inspirasinya di sini kurang dari realisme suram, suram dari New Hollywood 70-an daripada hibrida genre populis waktu–̶ dekade itu. Jika seri “Ocean” mewakili pembaruan dari Rat Pack era Kennedy, maka ”Logan Lucky” menghidupkan kembali pesona penjahat yang menghebohkan dari “Smokey and TheBandit.”

Bukan berarti film ini terasa seperti kemunduran. Tatum sekitar 10 kali lebih seksi daripada Burt Reynolds, dan sekitar sepersepuluh sia-sia. Sejak kemunculannya di layar kaca (dalam “Step Up” dan A Guide to Recognizing Your Saint”), sudah jelas bahwa dia adalah pemain yang karismatik, tetapi sekarang semakin jelas bahwa dia juga seorang aktor yang hebat. Saya pikir daya tariknya berhubungan dengan kualitasnya dalam menyampaikan ironi dan ketulusan dalam setiap gerakan sederhana tanpa paksaan.

Baca juga: Larut Dalam Sebuah Film Drama

Jimmy yang pernah menjadi bintang football sewaktu sekolah menengah atas belum cukup pasrah dengan kehidupannya dengan kaki yang pincang. Diberhentikan dari pekerjaan kontruksi di North Carolina, ia kembali ke rumah untuk mendapati bahwa mantan istrinya (Katie Holmes) dan suaminya penjual mobil (David Denman) berencana untuk pindah dari Virginia Barat bersama Sadie. Kakak Jimmy, Clyde (Adam Drive) seorang bartender yang kehilangan tangan di Irak, mengira keluarganya dikutuk. Jimmy tidak membagikan takhayul ini, dan dalam hal apa pun, ia memiliki rencana, atau setidaknya daftar cara untuk merampok bank yang ia putuskan untuk beradaptasi dengan keadaan baru.

Seperti Danny Ocean dari George Clooney, pertama-tama ia perlu mengumpulkan kru. Dimulai dengan Clyde dan saudara perempuan mereka, Mellie (Riley Keough), Jimmy memanfaatkan jaringan kekerabatan lainnya, merekrut seorang ahli bahan peledak bernama Joe Bang (Daniel Craig) dan dua saudara lelakinya (Jack Quaid dan Brian Gleeson). Itu tidak semua orang, tetapi ada sejumlah kejutan kecil ketika adegan di toko, tapi saya tidak ingin memberitahunya.

Bukan berati plot itu adalah sesuatu yang menggentarkan. “Logan Lucky” kurang lebih sama seperti “Ocean” membuat lelucon tentang itu-itu saja. Siapa peduli? Kenikmatan genre heist (perampokan) selalu prosedural dan spesifik. Film-film ini semuanya sama, tetapi juga selalu berbeda karena campuran kepribadian dan keadaan tertentu. Apa yang mereka rayakan di atas segalanya adalah kombinasi antara keahlian, perencanaan, dan kecerdikan dalam memecahkan masalah yang dapat mengubah pekerjaan menjadi karya seni. Dengan kata lain, film klasik yang mencerminkan tantangan kolaboratif dan kemenangan logistik dari siklus produksi.

Untuk alasan itu, film perampokan yang baik dapat menjadi titikmanis di mana kenyataan dan fantasi bertemu. Mesin naratif yang satu ini bekerja dengan baik, kadang-kadang berakselerasi menjadi lelucon, biasanya ketika Tuan Craig muncul, memakai tato leher, rambut runcing yang diputihkan, dan aksen yang terdengar seperti hasil dari lidah yang terkilir parah. (Dialek-dialek itu ada si seluruh negara bagian, tapi jangan terlalu terpaku pada keaslian)

Baca Juga: Ulasan Film Room

Soderbergh tidak pernah cepat melewati tikungan dan gundukan. Dia menurunkan dan menarik ke atas bahu, membiarkan cerita mengurus dirinya sendiri sementara penonton menikmati kesenangan yang kadang-kadang lucu, kadang-kadang frustasi, kadang-kadang menyedihkan dari sejumlah tokoh. Pada saat kamu menjumpai Hilari Swank seorang agen F.B.I, atau mengetahui bahwa minuman energi itu berasal dari Inggris dan menilai bahwa yang mengjengkelkan dan satu-satunya karakter yang benar-benar jahat adalah Seth MacFarlane. Kamu merasa seperti seorang penggila reuni keluarga yang bertahan cukup lama untuk diangkat menjadi sepupu kedua.

Dari tiga film yang dirilis musim panas ini yang secara sadar mengaktifkan kembali mitologi penjahat sekolah tua–̶yang lain adalah “Baby Driver” dari Edgar Wright dan “Good Time” karya Josh dan Benny Safdie–̶ yang terbaik untuk dikatakan dan paling tidak dibuktikan. Sementara divisi lain secara agresif mempromosikan kesenangan mereka sendiri, memamerkan sikap meminjam, menunjukan gaya yang sesuai, Soderbergh bersuka ria dalam kotaknya dalam kepercayaan diri yang longgar, menyamarkan penguasaannya. “Logan Lucky” adalah film yang hebat. Itu masalah keterampilan dan mungkin juga keberuntungan. Tapi kebanyakan soal kemurahan hati.

Logan Lucky: NYT Critic Pick

Sutradara: Steven Soderbergh

Penulis: Rebecca Blunt

Pemain: Channing Tatum, Adam Driver, Daniel Craig, Farrah Mackenzie, Jim O’Heir

Rating: PG-13

Durasi 1 jam 58 menit

Genre: Komedi, Kriminal, Dram

Dialihbahasakan dari Review:’Logan Lucky’: Steven Soderberhand His Motley Band of Thieves, ulasan film yang tayang di The New York Times ditulis oleh A.O. Scott


Share:

5 Comments

  1. Nonton ini pas masih SMA. Tipe Steven Soderbergh memang seperti ini, pace yang tidak cepat tapi penuh rencana, berkaca dari franchise Oceans Eleven yang keren itu. Film terbarunya yang ada di Netflix belum saya tonton, katanya B aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lambat penuh kejutan. Saya suka tipikal kaya gini. Film terbarunya apa mas?

      Delete
    2. Itu tuh yang The Laundromat, film tentang Panama Papers

      Delete
  2. Sepertiny seru sekali, jadi ingin lihat filmnyaaa 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan ditonton, salah satu film yang saya rekomendasikan

      Delete