Istilah-istilah Teknis Dalam Penulisan Skenario atau Skrip

Istilah-istilah Teknis Dalam Penulisan Skenario atau Skrip

Saya ditawari pekerjaan untuk menggarap penulisan skrip video profile instansi pemerintahan di Provinsi Banten. Tawaran itu datang dari seorang kawan yang bekerja di sebuah media digital khusus wisata Bandung Raya. Saya dibuat heran kenapa bisa ditawari pekerjaan ini, saya tidak punya basic atau wawasan membuat scrip video, saya hanya mampu menulis.

Sebelum memutuskan menerima pekerjaan itu, saya belajar kilat mengenai penulisan skrip atau skenario lewat buku Kunci Sukses Menulis Skenario terbitan Grasindo dan bantuan google. Merasa percaya diri, saya putuskan untuk menerima pekerjaan itu.

Ketika pengerjaan, saya malah lebih banyak belajar. Terutama ketika diskusi dengan pemberi project mengenai hal apa yang ingin ditampilkan. Boleh dikatakan saya lebih banyak oh ini gunanya oh ini bagusnya di sini. Saya menikmati pekerjaan ini dan cuannya pun lumayan, saya berharap dapat kembali mendapatkan pekerjanan seperti ini. Kalau ada yang tertarik boleh kita diskusi deh.    

Nah, ada jika kamu tertarik menjadi penulis skrip atau skenario ada baiknya kamu harus tahu istilah-istilah dibawah ini. Pasalnya istilah ini seringkali dipakai dalam format penulisan skrip atau skenario.

BCU (BIG CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang sangat dekat. Biasanya, untuk gambar-gambar kecil agar lebih jelas dan detail, seperti anting tokoh.

CU (CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang cukup dekat. Biasanya, untuk menegaskan detail sesuatu seperti ekspresi tokoh yang penting, seperti senyum manis atau lirikan mata. Tokoh biasanya muncul gambar wajah saja.

COMMERCIAL BREAK: Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.

CREDIT TITLE: Penayangan nama tim kreatif dan orang yang terlibat dalam sebuah produksi

CUT BACK TO: Transisi perpindahan dalam waktu yang cepat untuk kembali ke tempat sebelumnya. Jadi, ada satu kejadian di satu tempat, lalu berpindah ke tempat lain, dan kembali ke tempat semula.

CUT TO: Perpindahan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi bersamaan, tetapi di tempat yang berbeda atau kelanjutan adegan di hari yang sama.

DISSOLVE TO: Perpindahan dengan gambar yang semakin lama semakin kabur sebelum berpindah ke adegan berikutnya.

ESTABLISHING SHOT: Pengambilan gambar secara keseluruhan, biasa disingkat ESTABLISH saja.

EXT.(EXTERIOR): Menunjukan tempat pengambilan gambar diluar ruangan

FADE OUT: Perpindahan gambar dari terang ke gelap secara perlahan.

FADE IN: Perpindahan gambar dari gelap ke terang secara perlahan.

FLASHBACK: Ulangan atau kilas balik peristiwa. Biasanya, gambarnya dibedakan dengan gambar tayangan sekarang.

FLASHES: Penggambaran sesuatu yang belum terjadi dalam waktu cepat; contohnya: orang melamun.

FREEZE: Aksi pada posisi terakhir. Harus diambil adegan yang terjadi pada tokoh utama dan dapat membuat penonton penasaran sehingga membuat penonton bersedia menunggu kelanjutannya.

INSERT: Sisipan adegan pendek, tetapi penting di dalam satu scene.

INTERCUT: Perpindahan dengan cepat dari satu adegan ke adegan lain yang berbeda dalam satu kesatuan cerita.

INT. (INTERIOR): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.

LS (LONG SHOT): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.

MAIN TITLE: Judul cerita pada sinetron atau film.

MONTAGE: Beberapa gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.

Baca juga: Larut Dalam Sebuah Film Drama

OS (ONLY SOUND): Suara orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang mendengarnya.

PAUSE: Jeda sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.

POV (POINT OF VIEW): Sudut pandang satu atau beberapa tokoh terhadap sesuatu yang memegang peranan penting untuk tokoh yang bersangkutan.

SCENE: Berarti adegan atau bagian terkecil dari sebuah cerita.

SLOW MOTION: Gerakan yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.

SFX (SOUND EFFECT): Untuk suara yang dihasilkan di luar suara manusia dan ilustrasi musik. Misalnya, suara telepon berdering, bel sekolah, dll.

SPLIT SCREEN: Adegan berbeda yang muncul pada satu frame atau layar.

TEASER: Adegan gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus mengikuti cerita.

VO (VOICE OVER): Orang yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak bergerak.


Share:

22 Comments

  1. Saya selama ini aktif bergabung di komunitas film di Sumbawa, tp pas baca ini baru tau arti sebenarnya dr istilah2 yg sering sy ucapkan :)
    Biasanya kt tau aja, tp ga tau arti sesungguhnya.. Wkwwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih keren mbak gabung sama Komunitas film. Di komunitas ini kegiatan ngapain aja?
      Mungkin karena langsung praktek jadi luput sama artinya hehe

      Delete
  2. Mantap atuh, jadi kangen bikin film. Pengen banget bikin film erotis.

    ReplyDelete
  3. Sebelum nulis skrip film pendek sendiri juga sempat belajar teknis dari beberapa buku. Dan itu benar-benar mengasyikkan. Apalagi melihat skrip yang telah divisualisasikan.

    Eh, tapi kayaknya istilah Commercial Break itu buat skrip tv. Karena kalau film yah pastinya jalan terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kebahagian ketika melihat hasil visualisasi dari skrip yang kita buat.

      Lebih sering dipake di TV sih, kecuali film buat tayang di tv ini bakal kepake

      Delete
  4. Aku lebih tahu maksudnya daripada istilahnya ahhahahaha.
    Kadang tahu bukan karena paham artinya secara harfiah, tapi tahu apa yang dimaksud

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sudah bagus daripada tidak tahu sama sekali hahahaha. Misalkan diganti istilah bahasa indonesia rasanya jadi aneh

      Delete
  5. Kunjungan perdana ke blog ini. Menarik artikel tentang istilah dalam penulisan skenario. Terkadang istilahnya terasa asing, tapi ketika dijelaskan ngerti maksudnya. Oh ya, saya follow blog ini. Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung. Betul sekali beberapa kawan merasakan hal ini, ketika jelaskan baru oh itu mah saya juga tahu.

      Delete
  6. wah ini bisa menjadi wawasan baru buat yang masih awam, maasih mas infonya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang bila artikel ini bisa membantu nambah wawasan.

      Delete
  7. Ahhh jadi kangen perkumpulan drama waktu kuliah dlu.. Keinget gimana hebohnya kita kalau lagi kumpul.
    Tapi dlu belum tau istilah kaya beginian. Taunya paling cuma istilah Cut atau break in five...

    ReplyDelete
  8. Reuni donk sama anak² drama bikin pentas. Saya paling banter ikutan kabaret itu pun sewaktu SMP. Iya memang yang lainnya jarang dipakai kalau di drama.

    ReplyDelete
  9. Banyak juga ya istilah dalam dunia skenario video, kalo tidak tahu istilahnya pasti keder ya. BCU Big close up, Scene, Slow Motion dll.😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harus tahu dulu istilah ini karena bakal berhubungan dengan visualisasi dan adegan si pemain

      Delete
  10. Beberapa ada yang saya tau karena jaman sekolah pernah ada tugas buat naskah drama dan teater tapi beberapa istilah lainnya justru baru tau setelah baca tulisan mas Rulfhi 🙈

    Terima kasih untuk infonya yah, jadi rindu masa-masa muda hehehehe kalau sekarang sih sudah pasti nggak kepikiran 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tugas naskah drama dan teaternya di jadikan pementasan ga kak?
      Masama kak, bikin naskah drama lagi donk nanti pentasan via live streaming YouTube

      Delete
  11. yang saya tahu itu credit titel mas
    buat hubungannya sama hak cipta ya
    tapi penting juga sih tau istilah lain

    TFS mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, tapi sayang bagian ini sering terlewatkan terutama sama yang nonton. Iya biar makin lengkap harus tahu juga istilah lain, meskipun dalam satu waktu tidak terpakai sebagian

      Delete