5 Film Tentang Sepeda Dari Inggris Hingga Arab

Rising from Ashes Bicycle

Saat ini bersepeda menjadi salah satu kegiatan olahraga di ruang terbuka yang digemari masyarakat. Sejumlah jalanan dipenuhi para sepeda, mulai dari sepeda kumbang, fixie, onthel, hingga lipat. Semua orang ingin bersepeda. Melihat tren ini mengingatkan saya pada tren lari beberapa waktu yang lalu.  

Tren bersepeda membawa kabar baik bagi persekutuanmu toko sepeda. Kabarnya penjualan sepeda mengalami peningkatan. Akan tetapi saya tak ada niatan untuk beli sepeda, saya malah tertarik untuk mencatat dan menonton sejumlah film bertemakan sepeda. Mulai dari film dokumenter hingga budaya bersepeda di suatu negara. Berikut lima film tentang sepeda yang saya rekomendasikan:   

1. Bicycle (2014)

Brompthon Bicycle British
Foto: Bicyclethefilm.com

Bicycle merupakan film dokumenter yang menceritakan sejarah sepeda di Inggris, mulai dari fungsinya sebagai moda transportasi hingga kemudian menjadi cabang olahraga yang dikompetisikan. Film ini digarap oleh Michael B. Clifford, di mana ia juga seorang goweser. Dalam film ini ditampilkan wawancara dari sejarawan hingga para atlet sepeda Olimpiade.

Inggris memiliki merk sepeda yang sangat terkenal di kalangan pecinta sepeda, yakni Brompton. Sepeda lipat premium yang tengah digandrungi sejumlah kalangan di Indonesia.  

2. Premium Rush (2012) 

Premium Rush Gordon Levitt bicycle
                                                          Foto: Imdb                                     

Premium Rush menceritakan Wilee seorang kurir yang menggunakan sepeda fixie untuk mengantarkan barang. Suatu ketika ia mendapatkan tugas mengantarkan amplop dari perempuan bernama Nina kepada seseorang bernama Chen. Siapa sangka isi amplop tersebut adalah uang senilai 50 ribu dolar untuk menebus anak Nina yang baru dipindahkan dari Cina menuju Amerika.

Namun di tengah perjalanannya, Willee dihadang oleh polisi korup yang hendak mencuri uang tersebut. Pasalnya si polisi tengah terlilit hutang. Lewat film ini kita akan menyaksikan aksi kebut-kebutan di atas sepeda fixie (tanpa rem) yang sangat mendebarkan.

3. Rising from Ashes (2012)

Rising from Ashes Jacques Boyer Tour de France
Foto: IMDB

Rising from Ashes sebuah film dokumenter yang menceritakan sekelompok warga Rwanda berjuang membentuk tim sepeda. Anggota tim itu terdiri dari anak-anak yang mengalami trauma akan tragedi genosida pada tahun 1994.

Tim tersebut menjadi harapan besar akan kebangkitan Rwanda. Melalui film ini dapat melihat bahwa ketika tim terbentuk masih banyak atlet sepeda yang kekurangan gizi, tetapi lambat laun berkat bantuan mantan pembalap sepeda Amerika Serikat, Jacques Boyer, mereka mulai mendapatkan asupan gizi yang layak. Mereka pun menguji kemampuan bersepadanya dengan mengikuti Tour de France.

4. The Armstrong Lie (2013)

The Armstrong Lie Tour de France bicycle
Foto: IMDB

Lance Armstrong adalah salah satu atlet sepeda dunia yang termasyur. Armstrong meraih tujuh kali gelar juara Tour De France berturut-turut. Namun kesuksesannya tercoreng karena skandal doping. Akibatnya semua gelar yang ia dapat dicabut oleh federasi sepeda dunia.

Melalui film The Armstrong Lie, kita dapat melihat sosoknya dari awalnya yang sangat diidolakan kemudian berubah menjadi sosok yang dibenci. Tentu ini bisa jadi film yang mengingatkan kita jangan pernah melakukan doping bila karir tak mau hancur.  

5. Wadjda (2012)

Wadjda Haifa Al-Mansour Bicycle
Foto: Tobias Kownatzki/Sony Pictures Classics

Berbeda dari empat film di atas, menceritakan kisah seorang anak perempuan di Arab Saudi bernama Wadjda. Di negara tersebut, wanita dilarang untuk berkendara baik itu sepeda hingga kendaraan bermotor. Cerita dimulai ketika Wadjda meminta dibelikan sepeda, tetapi tidak dikabulkan oleh ibunya karena dianggap tak sesuai dengan budaya.

Tak putus asa, Wadjda berinisiatif menggalang dana untuk membeli sepeda. Nantinya sepeda tersebut akan digunakan balapan untuk mengalahkan anak lelaki yang ia kenal. Tentu lewat film ini kita akan melihat bahwa ini bukan tentang sepeda tetapi tentang perjuangan gadis melawan arus warisan budaya yang mengurungnya.   

 

 


Share:

8 Comments

  1. Premium Rush keren. Saya nonton pas SMP dan gara-gara itu ingin punya sepeda. Apalagi masa itu, game Downhill cukup populer. Kalo sudah bisa gaya seribu, sombong didepan teman adalah hal yang wajib.

    Meski tidak secara eksplisit, Children of Heaven arahan Majid Majidi juga ada elemen sepeda. Meski bukan sentral cerita, tapi cukup memorable dikepala

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya saya ngalamin ini juga, dulu pernah mau beli sepeda downhill merk Caribau. Kini musim lagi sepeda lipat.

      Delete
  2. Kurang dari Korea ada Race to Freedom: Uhm (2019). Boseh boleh polontong jangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sarannya kak. Mending boseh di kabupaten mapay sawah.

      Delete
  3. Dulu pas masih SD, saya pergi-pulang naek sepeda. Maen ke rumah temen juga bawa sepeda. Rasanya kek pacar sendiri, disayang-sayang dan dibangga-banggakan. Terus dibawa kemana aja. Harusnya sebagai pencinta berkendara menggunakan sepeda sudah menonton film yang disebutkan di atas, tapi sayang satupun belom ada yang pernah saya tonton :")

    Next deh kalau ada waktu luang pengen nontonlah hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak anaknya sepeda banget yah. Makin banyak bersama makin tumbuh rasa sayang. Dulu saya pergi ke kampus pake sepeda. Rasanya keren dan beda aja.

      Iya silahkan ditonton mah, lumayan buat atasi boring di rumah aja.

      Delete
  4. belum ada satu pun yg kutonton, tp menarik sih, pgn nonton terutama yg fixie karena sepedaku fixie :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak fixie mesti nonton Premium Rush. Namun hati² sesudah nonton ini bakal lupa ngerem sepeda wkwk

      Delete