DoReMi & You: Konflik Anak Sekolah

DoReMi & You Konflik Anak Sekolah | Source instagram doremiandyoufilm

Salah satu tantangan sineas Indonesia dalam membuat film anak terutama yang bergenre drama musikal adalah minimal/melampaui ekspetasi penonton akan film terdahulu, Petualangan Sherina. Bisa dikatakan film yang dibintangi Sherina Munaf ini telah menjadi barometer film anak di Indonesia. Meskipun begitu para sineas bukan berarti terjebak dengan satu pakem, tetapi sanggup menghadirkan kebaruan.

Menuai pujian berkat film panjang pertamanya (Ziarah), BW Purbanegara mendapatkan tantangan baru untuk menggarap film anak berjudul DoReMi & You. Baginya ini bukan kali pertama ia menggarap film anak, ia kedapati pernah membuat 2 film pendek anak berjudul Cheng Cheng Po dan Say Hello To Yellow.

Saya menilai bahwa sebagai film drama musikal remaja, DoReMi & You berhasil merefresentasikan anak remaja di Indonesia, terutama anak sekolah di Pulau Jawa. Di mana mereka mulai berkenalan dengan berbagai teman berlatarbelakang berbeda, mengikuti sejumlah ekstrakulikuler, berorganisasi, ketertarikan dengan lawan jenis hingga dihadapkan dengan masalah khas sekolahan.

Doremi & You menceritakan tentang empat orang sahabat di satu sekolah menengah pertama, yaitu Putri (Adyla Rafa Naura Ayu), Anisa (Nashwa Zahira), Markus (Toran Waibro) dan Imung (Fatih Unru) yang berusaha mengganti uang jaket ekstrakulikuler yang tidak sengaja mereka hilangkan. Untuk mengganti uang tersebut, Putri mengusulkan teman-temannya untuk mengikuti lomba musik DoReMI & You, di mana hadiahnya bisa mengganti uang yang hilang. Anisa dan Markus sebagai anak paduan suara menyetujuinya. Mereka pun menggelar latihan ala kadarnya dengan Imung sebagai pemimpin vokal.

Baca juga: Merawat Ingatan Kolektif Dalam Istirahat Kata-kata

Sadar akan kekurangan mereka, Putri mengusulkan untuk meminta bantuan Reno (Devano Narendra), alumni sekolah mereka yang berbakat dalam bidang musik. Namun Reno bukanlah pribadi yang baik, ia terkesan memiliki sikap angkuh. Keputusan untuk mengangkat Reno sebagai pelatih vokal malah membuat konflik diantara mereka.

Konflik yang terjadi mudah dibayangkan. Bahkan akhirnya bakal seperti apa, penonton sebenarnya bisa menebaknya. Lantaran konflik yang dihadirkan tidaklah kompleks mengingat ini adalah film anak yang ditujukan untuk semua umur. Sehingga pasti ada orang dewasa yang merasa bosan, tapi di satu sisi bakal ada yang merasa relate dengan konflik-konflik tersebut dan menikmatinya. Saya tipikal yang kedua menikmati konflik receh khas anak remaja.

Sebagai drama musikal tentu di setiap momennya hadir adegan menyanyi dan menari. Semisal diwaktu terjadi konflik terdapat lagu yang akan meredakan suasana dan membuat penonton menjadi lebih rileks. Lagu-lagunya pun dibuat dengan aransemen dan lirik yang ceria, sehingga easy listening.

Selain itu, saya tertarik dengan visual film ini yang sangat colorfull. Setiap karakter direpresentasikan lewat warna berbeda seperti Putri yang berpakaian kuning, Anisa warna biru, Imung warna hijau, Markus warna merah, dan Reno warna biru. Secara konsisten hal ini hadir dari awal hingga akhir.  

Namun satu hal yang mesti garis bawahi adalah film ini kurang mengekplore keberagaman yang hadir di sekolah. Padahal secara karakter diisi oleh berbagai suku, Putri yang berasal dari Jakarta, Anisa dari Medan, Markus dari Maluku. Keberagaman ini hanya hadir lewat logat-logat dalam dialog, andai mendapatkan porsi lebih mungkin akan menjadi lebih mengedukasi mengedukasi penonton tentang toleransi dan keberagaman.

| Source foto  instagram doremiandyoufilm

 


Share:

4 Comments

  1. Kemarenan saya baru aja nontonin ini di TVRI kalo nggak salah dan saya setuju bahwa film ini bisa dinikmati sama orang dewasa, saya malah suka sama lagu2nya. Malah karena ceritanya ringan jadi enak aja ditonton saat pandemi hehe, karena capek di tv nyiarin film Hollywood sama korea mulu, malah ada yang mutar ulang film Suzana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul saya juga menyaksikannya lewat tvri. Film ini seperti relaksasi dari berbagai film drama yang kini berseliweran di mata saya.

      Delete
  2. Sekarang udah jarang banget film musikal buat remaja gini ya. Saya belum nonton film doremi&you sih, tapi film kayak gini patut juga diapresiasi karena sekarang film isinya cinta-cintaan aja.
    Bosen juga lama-lama😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film musikal juga menjadi distribusi alternatif untuk lagu-lagu anak yang kini jarang mendapatkan ruang.

      Delete