Alasan Kenapa Kamu Harus Belanja di Pasar Tradisional


Belakangan ini citra pasar tradisional kian luntur. Banyak orang terutama kaum muda-mudi yang tak lagi melirik pasar tradisional sebagai satu pusat ekonomi atau jual beli sandang pangan yang harus mereka datangi. Alih-alih menyuburkan pasar tradisional, mereka lebih memilih supermarket sebagai penyokong sumber pangan.   
Tentunya tak ada yang salah dengan hal tersebut. Saya hanya sedikit kecewa saja karena pasar tradisional adalah budaya kita. Lebih dari itu tempat itu memberikan banyak pelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan bahagia. 
Saya lahir dan besar di lingkungan orang-orang pasar. Sedari kecil saya sudah melihat perjuangan orang-orang pasar dari mulai membuka jongko atau lapaknya kemudian menjajakan dagangan hingga menunggu pembeli yang datang lalu melayaninya sepenuh hati. Dilihat sekilas kegiatan tersebut hanya sebagai rutinitas, tetapi jika diselidiki lebih dalam mengandung makna dan pelajaran.
Dari rutinitas tersebut bukan cuma penjual saja yang dapat mendapatkankan pelajaran tetapi para pembeli pun akan mendapatkan hal serupa. Saya sudah merangkum sejumlah alasan agar kita masih rela pergi ke pasar dengan segala keterbatasannya. Pasalnya pasar adalah hasil pemikiran dari manusia yang tentu bila ada kekukarangan harap di maklum. 
Tawar Menawar Harga Pas & Melatih Komunikasi 
Alasan pertama kenapa kita harus membeli sembako atau kebutuhan di pasar tradisional karena harganya lebih murah dibanding swalayan/supermarket, apalagi jika beli banyak atau grosiran. Harga murah buka berarti barangnya jelek, jika pintar memilih kamu bisa dapatkan sayur yang berkualitas supermarket. 
Selain itu di tempat ini ada yang lebih penting yakni melatih kemampuan komunikasi berupa tawar menawar dengan penjual. Melatih kemampuan ini akan berguna kelak ketika ada panggilan kerja dan interview yang mengharuskan kita berbicara di hadapan HRD. Kamu bisa dengan lihai menawar gaji yang diinginkan sesuai dengan kapasitasmu.  
Dapat Lebih Banyak Barang
Meski sama-sama dijual berdasarkan beratnya, sayuran yang dibeli dipasar biasanya selalu dilebihkan. Tentu kita yang sering belanja ke pasar, akan cukup familiar dengan diksi seperti. “Sayurnya saya lebihin dikit yah”. Tentunya hal tersebut tidak mungkin kita dapatkan jika belanja di supermarket. 
Selain itu jika kita sudah sohib dengan satu pelapak akan lebih mudah lagi dapat sayuran yang banyak atau gratis. Saya pernah mengalami hal ini, semisal sewaktu beli kangkung saya hampir selalu meminta kangkung dilebihin guna memberi makan kelinci peliharaan. Penjual sayuran memberikan sayurannya lebih banyak, saya pun dapat sedikit berhemat untuk pakan hewan peliharaan. 
Menemukan Kembali Saudara
Pasar tradisional merupakan salah satu titik kumpul masyarakat Indonesia. Di berbagai daerah masih terdapat pasar tradisional yang buka di hari tertentu atau satu sekali seminggu. Sehingga setiap ada pasar tradisional pasti bakal rame banget. 
Mungkin kita tak menyadari bahwa ketika pergi ke pasar terkadang kita bertemu dengan saudara yang lama tak jumpa. Entah itu karena mereka sudah sibuk dengan urusannya atau memang rumahnya menjauh. Ketika hal ini terjadi ada rasa senang dan bahagia karena dapat kembali menjalin tali silaturahmi terutama dengan saudara.     
Peluang Usaha
Terakhir adalah peluang usaha. Bagi muda-mudi yang hendak merintis sebagai pebisnis setidaknya kalian harus coba maen ke pasar. Di tempat itu biasanya ada barang atau makanan tradisional yang otentik yang mungkin bisa dijadikan sebagai usaha bisnis online. 
Masih ingat Serena di Preman Pensiun 4, saat itu doi mengunjungi pasar tradisional untuk membeli kicimpring. Rencananya kicimpiring yang hendak ia beli akan dijual lagi memakai merek sendiri lalu dipasarkan secara online. Sungguh ide briliantkan, di kelanjutannya di cerita bahwa pada akhirnya Serena menjalin bisnis dengan Kang Mus untuk menjual “Kicimpring Family”. Tuh kan berawal dari pasar. 
***
Nah itu empat alasan yang bisa dijadikan sebagai pegangan bagi generasi young untuk pergi ke pasar tradisional. Entah itu sekedar melihat-melihat, menemani orang tua hingga mencari peluang bisnis baru yang belum ada di dunia internet. Bukan tidak mungkin juga kita menemukan jodoh di sana. Hampir lupa karena sekarang new normal jangan lupa untuk patuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jarak.



Share:

12 Comments

  1. Bukan suatu kebetulan membaca ulasan ini aku juga suka blusukan ke pasar buat belanja kebutuhan pokok dan senang aja rasanya nemuin suasana interaksi pedagang dan pembeli saling tawar menawar.
    Udah gitu, di pasar mudah ditemui jajanan pasar khas kota masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, jajanan pasar yang masih tradisional masih banyak kadang nemu yang aneh karena belum pernah liat

      Delete
  2. aku sekarang tiap minggu belanjanya ke pasar..
    enak belinya bisa per ons atau seayanya, langsung ditimbang sama yg dagang langsung tau harganya berapa. terus banyak pilihan jugaa ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bisa beli seadanya, ga terpatok berat minimum yang harus dibeli.

      Delete
  3. Saya malah jarang belanja di supermarket atau toko swalayan mas, seringnya di pasar tradisional saja, harga lebih murah karena biasanya bisa menawar, beda dengan supermarket yang udah pas.

    Kadang di pasar tradisional juga ketemu saudara atau teman lama.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener apalagi buat yang jago nawar bisa bisa dapat belanjaan segudang hehe.

      Jadi memperpanjang silarurahmi mas

      Delete
  4. Aku juga masih suka ke pasar, alasannya emang karena lebih murah dan bisa nawar ehehehe. Sedih kalo liat harga sayuran di supermarket, semacam ga rela sayuran harganya bisa berkali2 lipat. Mungkin yang bikin orang males ke pasar adalah, mmm agak kotor. Atau kotor? Atau sangat kotor? Ehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemat di kantong kak, tapi sekarang sih sudah lumayan banyak pasar tradisional yang cukup bersih. Apalagi yang udah direnovasi

      Delete
  5. Bagi saya, segala hal yang tradisonal itu punya nilai sentimental. Kita tidak akan tahu rasanya berdesak-desakan ditanah yang becek kalo belanja ke Supermarket. Kita tidak akan tahu rasanya menawar hingga pura-pura pergi kalau belanja ke Supermarket. Kita tidak akan tahu rasanya mendengar penjual saling sahut-sahutan menjajakan jualannya.

    Poin terakhir saya skip. Soalnya takut spoiler pas baca bagian Preman Pensiun 4. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pura² pergi salah satu cara terbaik untuk menawar, ibu saya selalu melakukan hal itu dah hampir selalu berhasil.

      Wah iya penikmat Preman Pensiun 4 nih, salam olahraga.

      Delete
  6. Menurut saya, selain sebagai tempat jual beli, pasar kadang dijadikan sebagai tempat hunting foto. Untuk yang hobi di bidang fotografi, pasar adalah salah satu tempat yang bagus dan juga mudah dijumpai di berbagai daerah yang bisa digunakan untuk hunting foto. Banyak sekali objek yang bisa diambil untuk diabadikan melalui kamera di pasar. Bahkan, sangking banyaknya orang yang suka mencari objek foto di pasar, tercipta sebuah komunitas. Kalo gak salah namanya "Hunting Pasar". Saya menemukan komunitas itu di Instagram. Sekarang sudah banyak regional dari berbagai daerah yang ikut bergabung juga. Sambil moto, jagan lupa jajan juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih menarik "Hunting Pasar" biasanya kalo moto di pasar selalu ada moment unik. Oh yah kalo foto-foto di pasar masuk kategori street fotografi atau ada kategori lain?

      Delete