Pemuda yang Bersumpah Pemuda


Photo credit to tekno.liputan6.com
Rasanya semua orang yang pernah sekolah sudah pasti pernah mendengar dan tahu mengenai sumpah pemuda. Sumpah pemuda ini berawal dari kongres pemuda yang dilakukan di Batavia selama dua hari 27-28 Oktober 1928. Sumpah pemuda ini menjadi salah satu tonggak pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini pun dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.
Sumpah pemuda pun menjadi bukti bahwa pemuda  mempunyai peranan yang penting dalam pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Tapi sebelum panjang dan melebar, warganet masih ingat isi dari sumpah pemuda. Kalau tak inggat biar saya kasih tahu deh :
1. Kami putra-putri Indonesia mengakui satu tanah air, tanah air Indonesia.
2. Kami putra-putri Indonesia mengakui satu bangsa, bangsa Indonesia.
3. Kami putra-putri Indonesia mengakui satu bahasa, bahasa Indonesia.
Gimana sudah ingatkah? Kalau sudah ingat jangan dilupain begitu aja kaya mantan. Namun yang jadi pertanyaan pemuda seperti apakah yang masih mengobarkan semangat sumpah pemuda di jaman now. Generasi Y kah atau generasi Z atau para mahasiswa yang rajin berunjuk raya menyuarakan segala suara.
Rasanya jika membicarakan pemuda dijaman now rasanya tidak bisa melepaskan dari dunia persosial mediaan. Dimana para pemuda sekarang sedang menikmati jerih payah dari para pemikir yang berhasil mengebangkan  teknologi; Internet. Internet jauh lebih memanjakan dan setia dibanding kekasih, ia selalu dekat bahkan pertama kali bangun tidur pasti melihat internet.
Ketergantungan akan internet ini menjadi sebuah sisi mata pisau. Bila dapat memanfaatkan akan menjadi buah yang segar untuk dipanen. Lihatlah Raditya Dika yang semakin sukses dengan memanfaatkan internet secara positif. Namun ada juga yang malah hancur lebur karena internet; hoax dimana-dimana, bulliying, penyebaran video bokep.
Berdasarkan pemikiran saya yang paling ideal dijamana now sebagai cerminan dari semangat sumpah pemuda, adalah pemuda yang miliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.     Rajin menulis
Tentunya seseorang yang rajin menulis sangat cocok dengan kriteria yang disebutkan dalam sumpah pemuda. Sebab para penulis senantiasa selalu memperhatikan kata demi kata dari bahasa Indonesia dari setiap tulisannya. Bahasa Indonesia dijunjung setinggi-tinggimnya oleh penulis. Untuk menjadi seorang penulis pun diharuskan menjadi seorang yang akan haus membaca buku daripada berkomentar di sosial media. Membaca membuat  para penulis memiliki pandangan lebih luas dalam menyikapi masalah yang sedang terjadi di Indonesia. 
Kenapa membaca begitu penting. Sebab orang-orang hebat yang kini menciptakan internet adalah orang-orang yang rajin membaca. Para pendiri bangsa Indonsia pun merupakan orang-orang yang gemar membaca dan menulis. Tidak jarang juga mereka saling beradu argumentasi lewat tulisan yang dimuat di koran agar pandangannya bisa dibaca khalayak umum.    
2.    Suporter Timnas
Sebagaimanapun supporter timnas adalah orang-orang yang loyal. Banyak yang rela menghabiskan uang untuk menonton pertandingan secara langsung di stadion. Anda bisa lihat sendiri  ketika Timnas Indonesia main di Senayan, puluhan ribu kursi penonton  terisi penuh dengan semangat nasionalisme. 
Nasionalisme jelas sangat penting untuk dimiliki para pemuda jaman now. Sebab ini menjadi suatu kecintaan akan tanah air mereka; Indonesia. Banyak yang bilang kalau sudah cinta apapun bisa dilakukan. Jadi cintailah Indonesia seperti kamu mencintai kekasihmu, yah kalau jomblo cari dulu sana kekasihnya.
Mereka pun selalu siap mendukung timnas dikala jatuh dan bangkit lagi. Lihat lah penampilan angin-anginan timnas Indonesia yang paceklik juara. Tetapi para supporter tetap saja mendukung dengan semangat menggebu-gebu.  
Pemuda gondrong
Ini mungkin diluar nalar orang biasa. Ko bisa-bisanya memasukan orang gondrong ke dalam cirri-ciri pemuda yang bersemangat sumpah pemuda. Eits tunggu dulu, saya kasih pencerahan deh. Jadi gini orang gondrong adalah orang yang sabar dan penuh perhatian. Sebab untuk memanjang rambut perlu perjuangan bung. Anda harus siap keramas dan sisiran setiap harinya.
Jadi para pemuda gondrong sudah terlatih dari tahap yang paling dasar dari makna sebuah perjuangan . Hingga kelak mereka akan lebih menghargai perjuangan para pendahulunya yang telah memerdekaan Indonesia dari kaum penjajah. Setiap helai rambut gondrongnya terdapat semangat pemuda yang cinta tanah air. 
Ciri tersebut tidak mutlak adanya sebab pemuda-pemudi salah satu manusia yang sulit dimengerti di muka bumi. Banyak para pemuda-pemudi yang putus karena alasan kamu terlalu baik buat aku. Namun percayalah pemuda-pemudi menyimpan semangat dalam dirinya yang kadang-kadang semangatnya tersimpan rapat hingga dirinya sendiri dan orang lain tak ada yang tahu.
Indonesia butuh pemuda-pemudi yang peka dengan kehidupan sosial disekitar, bukan peka di kehidupan sosial media yang fana itu. Kita lihat kebelakang beberapa aksi pemuda mampu menyadarkan dan membuat gerah para petinggi yang tidak betul kerjanya.
Kita memang tak perlu membuat sumpah pemuda tandingan; sumpah pemuda milinel tetapi kita cukup menerapkan semangat dan cita-cita mulia dari sumpah pemuda. Sebab mau bagaimana pun pemuda-pemudi adalah penggerak negeri ini. Jika penggeraknya mandek bagaimana bisa maju bangsa Indonesia.
Pemudapun harus mau mendengar kata orang tua, sebab dengan restu orang tualah pemuda kan menjadi hebat. Siapkah para pemuda untuk bersumpah?  

Share:

0 Comments